Batas-batas pergaulan Berpacaran Kristen
Apakah dalam masa berpacaran
boleh ada keterlibatan seksuil? Pertanyaan diatas merupakan hal menjadi
pertanyaan banyak kaum muda masa kini. Ada tiga macam praktek yang
“biasa” di kalangan kaum muda di kala mereka berpacaran, yaitu
berciuman, berpelukan dan meraba-raba. Praktek berciuman dianggap oleh
kaum muda sebagai suatu tindakan “yang biasa”, yang “tidak perlu
diganggu gugat lagi”, yang “tidak usah dijadikan bahan cerita lagi” dsb.
Benarkah itu?
Bahkan banyak para pemuda
yang mengartikan bahwa hubungan seks merupakan cara untuk menunjukkan
rasa sayang kita kepada orang yang kita sayangi apalagi kalau dilakukan
dan dialami sebagai wujud cinta kasih, sebagai sarana cinta. Padahal
hubungan seks hanya dapat dilakukan oleh orang yang telah menikah
sebagai pernyataan kasih, karena hubungan seks yang dilakukan bukan
karena nafsu birahi belaka, tetapi karena dorongan cinta personal.
Seorang pemuda atau pemudi
yang bijaksana, lebih-lebih yang takut akan Tuhan, perlu tahu bahwa
praktek bercium-ciuman itu hanya boleh dilakukan dikalangan khusus yaitu
diantara mereka yang sudah menikah. Praktek berpelukan ini pun sudah
dianggap “biasa”. Sambil duduk-duduk berdekatan, dua orang muda itu
saling membelai dan memeluk. Mengenai kebiasaan ini, itu memang perlahan
tetapi pasti akan membawa kearah kerusakan. Fakta-fakta yang
menyedihkan dalam kehidupan sehari-hari membuktikan bahwa sudah teramat
banyak jumlah pemuda dan pemudi yang menjadi korban kebiasaan yang
keliru itu.
Kebiasaan meraba-raba adalah
suatu kombinasi antara berciuman dan berpelukan. Kebiasaan ini lazim
disebut dengan istilah “ bercinta system Braille”. Dan kebiasaan inipun
telah menelan korban yaitu menghasilkan suatu pernikahan yang kacau atau
tidak terhormat. Harapan mereka akan cita-cita yang murni dalam
perkawinan telah kandas ditengah jalan.
Remaja merupakan masa
peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Di masa remaja, seseorang
mengalami masa puber yang menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar.
Seseorang juga ingin mencoba segala sesuatu yang baru seperti pacaran.
Pacaran adalah proses memadukan dua hati (wanita dan pria).
Khusus bagi remaja kristen,
harus mengetahui cara berpacaran seperti apa yang sesuai dengan Firman
Tuhan, dan harus mengutamakan kasih dalam berpacaran apakah itu kasih
terhadap sesama terutama kasih terhadap Tuhan.
Sekarang ini banyak
berkembang gaya pacaran remaja yang berlebihan. Sering terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan gaya pacaran
menurut iman kristiani diusia remaja, sehingga dampak negatif dari
berpacaran dapat diminimalisasi dan memperbesar dampak positif dari
berpacaran.
Komentar
Posting Komentar